19 Mei 2206
Kami memperlakukan air seperti dewa. Dan sejujurnya, ini penting. Itu membuat pencernaan Anda tetap berjalan, suhu tubuh Anda stabil, sel-sel Anda bahagia. Tapi mari kita berhenti bersikap seolah-olah itu adalah satu-satunya cairan yang penting.
Anda bisa menghidrasi dengan bahan lain. Faktanya, Anda mungkin harus melakukannya, jika Anda ingin mendapatkan nutrisi tambahan dari setiap telan. Ada lima opsi yang disetujui para ahli yang melakukan lebih dari sekadar mengisi tangki.
1. Kopi Hitam (Jenis Asli)
Kedengarannya klise tetapi datanya bertahan. Kopi hitam adalah pembangkit tenaga kimia. Spesialis pengobatan integratif Betsy Greenleaf, DO, menjelaskannya dengan gamblang. Kacang ini mengandung lebih dari 1.000 bioaktif yang secara harafiah mendorong umur panjang.
Pikirkan tentang itu. Bukan hanya kegelisahan akibat kafein. Penelitian jangka panjang yang melacak jutaan manusia menunjukkan tiga cangkir sehari mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga otak tetap tajam. Senyawa dalam kacang menyeimbangkan gula darah dan menurunkan peradangan. Mereka bahkan mungkin membantu membakar lemak selama latihan.
Inilah hasil tangkapannya. Sebagian besar kopi yang dijual di toko kelontong mengandung pestisida dan rentan terhadap jamur. Anda tidak menginginkan racun itu. Jika Anda menginginkan antioksidan, Anda memerlukan kacang organik berkualitas tinggi yang bebas dari kontaminasi jamur.
2. Teh
Hijau. Hitam. Oolong. Warnanya berubah, pekerjaannya tetap sama. Polifenol membanjiri sistem Anda. Mereka membantu hatimu. Mereka membantu pencernaan. Tapi keajaibannya adalah keseimbangan kafein dan L-theanine.
Kafein membangunkan Anda. L-theanine, amino酸 dalam daunnya, menenangkan Anda dengan meningkatkan GABA, dopamin, serotonin. Ini melembutkan tepinya. Hasilnya adalah fokus tanpa guncangan. Studi mengkonfirmasi bahwa kombinasi ini mengalahkan salah satu bahan saja dalam hal perhatian dan waktu reaksi.
Teh herbal juga bisa digunakan. Peppermint menenangkan usus. Kembang sepatu memberi nutrisi pada kulit. Ingatlah bahwa manfaat herbal bergantung pada tanaman spesifik yang Anda pilih.
3.Kefir
Ini adalah susu fermentasi. Bentuknya seperti yogurt encer tetapi berperilaku seperti bom probiotik. Kebanyakan orang mengasosiasikan hidrasi dengan cairan biasa, tetapi kefir membangun mikrobioma usus yang tangguh melalui berbagai jenis bakteri baik.
Rasanya asam. Bahkan asam. Meminumnya langsung dari botol membutuhkan sedikit ketabahan. Namun Anda tidak perlu melakukannya. Masukkan ke dalam smoothie. Aduk ke dalam oat semalaman. Gunakan di mana pun susu biasanya pergi. Usus mendapat manfaatnya.
4. Kaldu Tulang
Rebus tulang hewan dan sayuran dalam waktu lama. Tunggu hingga kolagen, protein, vitamin, dan mineral terekstraksi ke dalam cairan. Yang tersisa hanyalah nutrisi yang padat.
Zoey Xinyi Gong, RD, menyebutnya sebagai “protein dan mineral yang mudah dicerna”. Dia membuat kaldunya dengan ayam utuh atau urat daging sapi. Dia mengisinya dengan sisa sayuran. Goji berry. Akar angelica. Adas bintang. Ini menjadi fungsional. Jamu segar masuk terakhir.
Cicipi hangat seperti tonik atau masukkan ke dalam pasta atau sup. Itu menambah isi masakan tanpa kembung.
5. Campuran Elektrolit
Terkadang air tidak cukup. Kami telah mempelajarinya dengan cara yang sulit. Hidrasi membutuhkan lebih dari sekedar volume. Itu membutuhkan mineral. Natrium, kalium, magnesium, klorida.
Gabrielle Lyon, DO, menunjukkan kesalahannya. Kita terobsesi dengan volume air dan mengabaikan elektrolit. Hal ini menyebabkan kesalahan hidrasi, terutama jika Anda berkeringat. Campuran elektrolit larut dalam air. Mereka mengembalikan garam yang hilang.
Tahukah Anda bedak mana yang sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda? Tidak ada jawaban universal. Pilih salah satu yang sesuai dengan diet Anda.
Hidrasi bukan sekedar minum. Itu menyerap.
Intinya
Semua ini penting. Kopi. Teh. Kefir. Kaldu. Elektrolit. Jumlah tersebut menambah target harian Anda. Biarkan saja gulanya keluar. Pilih campuran elektrolit yang tepat, tanpa tambahan glukosa, dan Anda mendapatkan hidrasi plus manfaatnya.
Air tetap menjadi fondasinya. Tapi minuman ini membangun tembok. Jadi silakan. Tukarkan H2O biasa dengan sesuatu yang rasanya seperti tanah.






























