Sir Ronald Ross adalah seorang dokter Inggris yang mengubah cara kita memahami malaria. Ia memenangkan Hadiah Nobel bidang Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1902. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas karyanya yang membuktikan bahwa nyamuk membawa penyakit. Sebelum penemuannya, masyarakat tidak mengetahui bagaimana penyakit malaria menyebar.
Ross lahir di Almora, India, pada 13 Mei 1857. Ia meninggal di London pada 16 September 1932. Karirnya dimulai setelah ia lulus kedokteran pada tahun 1879. Ia bergabung dengan Layanan Medis India. Ia bahkan bertugas dalam Perang Inggris-Burma ketiga pada tahun 1885.
Terobosan di India
Ross mengambil cuti untuk belajar bakteriologi di London dari tahun 1888 hingga 1889. Ketika kembali ke India, dia mulai mempelajari penyakit malaria pada tahun 1895. Patrick Manson membantu memandu penelitian ini. Manson sudah mengerjakan ide serupa.
Ross fokus pada nyamuk Anopheles. Dia ingin melihat apakah serangga ini berperan dalam penyakit tersebut. Pada tahun 1897, ia menemukan jawabannya. Ia menemukan parasit malaria di dalam saluran pencernaan nyamuk Anopheles. Ini merupakan temuan besar.
Dia menggunakan burung yang sakit untuk melacak seluruh siklus hidup parasit tersebut. Ia melihat parasit di kelenjar ludah nyamuk. Hal ini membuktikan bahwa penyakit malaria menyebar melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini berpindah dari unggas yang terinfeksi ke unggas yang sehat dengan cara ini. Ross menyadari hal ini mungkin juga berlaku pada manusia.
Karier dan Warisan Selanjutnya
Ross kembali ke Inggris pada tahun 1899. Ia bergabung dengan Sekolah Kedokteran Tropis Liverpool. Ia dianugerahi gelar kebangsawanan pada tahun 1911. Tahun berikutnya, ia menjadi dokter penyakit tropis di Rumah Sakit King’s College di London.
Dia kemudian mengarahkan Institut Ross dan Rumah Sakit Penyakit Tropis. Lembaga ini dinamai menurut namanya. Itu merupakan bukti dampaknya.
Ross menulis lebih dari sekedar makalah sains. Dia menulis puisi dan fiksi. Ia juga menerbitkan Pencegahan Malaria pada tahun 1910. Buku ini membagikan temuannya kepada khalayak yang lebih luas.
Karyanya meletakkan dasar untuk memerangi malaria. Mengetahui bahwa nyamuk Anopheles menularkan penyakit memungkinkan dilakukannya pencegahan yang lebih baik. Hal ini mengubah strategi kesehatan masyarakat di seluruh dunia.
Penemuan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Itu dibangun berdasarkan pengetahuan yang ada. Namun Ross memberikan mata rantai yang hilang. Dia menunjukkan dengan tepat bagaimana parasit itu berpindah. Wawasan ini tetap menjadi kunci saat ini.
Mengapa beberapa nyamuk membawa penyakit malaria sementara yang lainnya tidak? Jawabannya terletak pada spesies seperti Anopheles. Ross mengidentifikasi vektor spesifik ini. Karyanya membantu kita menargetkan upaya pengendalian.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global. Namun temuan Ross membuat hal tersebut dapat diatasi. Kami tahu bagaimana penyebarannya. Kita bisa memblokir penyebarannya. Warisannya ada di setiap program pencegahan.
Dia meninggal di Putney Heath, London. Namanya masih dikaitkan dengan penelitian penyakit tropis. Ross Institute melanjutkan pekerjaannya.
Apakah ada obat untuk penyakit malaria? Ya, pengobatan ada. Namun pencegahan tetap merupakan pertahanan terbaik. Ross menunjukkan kepada kita cara mencegahnya. Metodenya bergantung pada pemahaman nyamuk.
Pengetahuan ini menyelamatkan nyawa. Hal ini mengurangi beban penyakit. Kami berhutang budi pada kegigihan seorang dokter. Dia melihat lebih dekat pada yang kecil


























