Orang dengan psoriasis – suatu kondisi kulit kronis yang menyebabkan bercak bersisik dan gatal – secara signifikan lebih mungkin mengalami alergi seperti asma atau demam. Ini bukanlah suatu kebetulan; kedua kondisi tersebut berasal dari sistem kekebalan yang terlalu aktif, meskipun pemicunya berbeda. Memahami hubungan ini adalah kunci bagi mereka yang mengelola keduanya, karena mengoptimalkan pengobatan pada salah satu pengobatan mungkin akan berdampak pada pengobatan lainnya.
Kesamaan: Disfungsi Kekebalan Tubuh
Psoriasis, eksim, dan alergi semuanya memiliki akar penyebab yang sama: sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi. Tubuh menyerang dirinya sendiri atau bereaksi berlebihan terhadap zat yang tidak berbahaya. Meskipun jalur pastinya berbeda, penelitian menunjukkan pola sel kekebalan yang berbeda pada biopsi kulit akibat psoriasis versus reaksi alergi. Kecenderungan genetik dan pemicu lingkungan berperan dalam mengembangkan salah satu kondisi tersebut, dan jika salah satu kondisi tersebut terjadi, maka peluang terjadinya kondisi lain akan meningkat.
Perbedaan utamanya adalah bagaimana kondisi ini diaktifkan. Alergi biasanya dipicu oleh alergen yang diketahui (serbuk sari, makanan, dll.), sedangkan serangan psoriasis kurang dapat diprediksi, karena dipicu oleh faktor-faktor seperti stres, cedera kulit, atau bahkan obat-obatan tertentu.
Bisakah Mengobati Satu Kondisi Membantu Kondisi Lainnya?
Untuk individu dengan psoriasis dan alergi, meminimalkan reaksi alergi dapat mengurangi kekambuhan psoriasis dengan menurunkan peradangan secara keseluruhan. Namun, alergi jarang menjadi penyebab utama psoriasis. Kebanyakan pengobatan psoriasis tidak secara langsung memperbaiki gejala alergi, dan sebaliknya.
Ada pengecualian: steroid topikal, terapi cahaya, dan pelembab kulit yang konsisten dapat bermanfaat bagi psoriasis dan eksim. Obat biologis yang digunakan untuk psoriasis parah jarang berdampak langsung pada alergi. Dalam kasus yang jarang terjadi, obat-obatan ini secara paradoks dapat memicu eksim.
Perubahan Gaya Hidup untuk Bantuan Ganda
Terlepas dari interaksi spesifik antara psoriasis dan alergi, kebiasaan tertentu dapat memperbaiki keduanya:
- Perawatan kulit: Pembersih lembut dan pelembab teratur sangat penting.
- Penghindaran pemicu: Mengidentifikasi dan meminimalkan pemicu pribadi sangatlah penting.
- Diet: Pola makan ala Mediterania yang kaya akan buah-buahan dan sayuran dapat mendukung kesehatan kekebalan tubuh.
- Pengelolaan berat badan: Obesitas memperburuk kondisi psoriasis dan alergi.
- Penghentian merokok: Merokok memperburuk kedua kondisi tersebut.
- Pengurangan stres: Latihan pikiran-tubuh seperti yoga atau olahraga teratur dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh.
Intinya
Tumpang tindih antara psoriasis dan alergi menyoroti kompleksitas sistem kekebalan. Mengelola satu kondisi tidak menjamin kendali atas kondisi lainnya, namun pendekatan holistik – termasuk modifikasi gaya hidup dan pengobatan yang ditargetkan – dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan bagi mereka yang terkena dampak keduanya.
Sumber:
Yayasan Psoriasis Nasional, Mayo Clinic, Frontiers in Immunology, Arsip Penelitian Dermatologi.





























