Kardiomiopati hipertrofik (HCM) adalah suatu kondisi jantung di mana otot jantung menebal sehingga menyulitkan pemompaan darah secara efektif. Meskipun sering kali dapat ditangani, jenis penyakit tertentu—obstruktif atau nonobstruktif—memiliki dampak yang signifikan terhadap gejala, risiko, dan pengobatan. Mengetahui bentuk yang Anda miliki sangat penting karena strategi manajemen berbeda-beda.
Apa itu HCM?
Jantung memiliki empat ruang yang berfungsi mengedarkan darah. HCM terjadi ketika ventrikel kiri, ruang pemompa utama jantung, menjadi tebal dan kaku secara tidak normal. Hal ini dapat menghambat aliran darah dan membebani jantung. HCM bukanlah penyakit tunggal namun ada dalam dua bentuk utama:
- HCM Obstruktif: Otot jantung yang menebal secara fisik menghalangi atau membatasi aliran darah dari ventrikel kiri ke aorta (arteri utama yang membawa darah ke tubuh). Sekitar dua pertiga pasien HCM termasuk dalam kategori ini.
- HCM nonobstruktif: Otot jantung menebal, namun aliran darah tetap lancar. Bentuk ini masih serius, namun tidak ada hambatan mekanis langsung.
Dokter menekankan bahwa setiap pasien harus diberitahu tentang jenis HCM mereka, dan pengujian tambahan (seperti tes stres olahraga) dapat memastikan adanya hambatan jika penilaian awal tidak jelas.
Gejala: Apa yang Diharapkan
Banyak penderita HCM mungkin tidak mengalami gejala sama sekali. Namun, HCM obstruktif lebih mungkin menimbulkan efek nyata. Gejala umum meliputi:
- Nyeri dada
- Pusing atau sakit kepala ringan
- Kelelahan
- Jantung berdebar-debar (detak jantung tidak teratur)
- Sesak napas
- Pingsan
Gejala-gejala ini sering kali memburuk dengan dehidrasi atau aktivitas fisik yang intens, terutama pada kasus obstruktif. HCM nonobstruktif mungkin muncul dengan gejala yang lebih halus atau berkembang secara bertahap.
Pendekatan Perawatan: Menyesuaikan Perawatan dengan Kondisi Anda
Tidak ada obat untuk HCM, namun pengobatan yang efektif dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi komplikasi. Perawatan berbeda berdasarkan apakah HCM bersifat obstruktif atau tidak.
- HCM Obstruktif: Fokusnya adalah mengurangi penyumbatan dan meringankan beban kerja jantung. Obat-obatan seperti beta-blocker dan penghambat saluran kalsium dapat membantu. Dalam beberapa kasus, prosedur seperti ablasi septum (menyuntikkan alkohol untuk mengecilkan otot yang menebal) atau miektomi septal (operasi pengangkatan sebagian otot) dapat dipertimbangkan. Obat baru, mavacamten, secara khusus menargetkan penyebab obstruksi.
- HCM Nonobstruktif: Perawatan berpusat pada penanganan kekakuan jantung, ritme tidak teratur, dan gejala. Meskipun penyumbatan langsung tidak menjadi masalah, otot yang menebal tetap berdampak pada fungsi jantung.
Defibrilator kardioverter implan (ICD) kadang-kadang direkomendasikan untuk kedua jenis tersebut tetapi lebih umum terjadi pada HCM obstruktif karena risiko kematian mendadak yang lebih tinggi.
Manajemen Gaya Hidup: Tetap Proaktif
Terlepas dari jenis HCM, penyesuaian gaya hidup tertentu sangat penting:
- Tetap terhidrasi dengan baik
- Hindari panas berlebih
- Terlibat dalam olahraga berdampak rendah yang disetujui dokter
Langkah-langkah ini membantu melindungi kesehatan jantung dan mencegah komplikasi.
Kesimpulannya
HCM adalah kondisi kompleks yang memerlukan penanganan individual. Memahami apakah Anda menderita HCM obstruktif atau nonobstruktif sangat penting untuk pengobatan yang efektif, pengendalian gejala, dan kesehatan jangka panjang. Dengan bekerja sama dengan ahli jantung Anda dan mengikuti penyesuaian gaya hidup yang direkomendasikan, Anda dapat menjalani kehidupan yang penuh dan aktif dengan HCM.





























