Kopi Saat Perut Kosong: Apa Kata Para Ahli

18

Minum kopi sebelum makan pada dasarnya tidak berbahaya bagi sebagian besar orang, namun dapat memicu ketidaknyamanan pencernaan pada beberapa orang. Meskipun kopi tidak akan merusak perut Anda, kopi dapat menyebabkan naiknya asam lambung, mulas, atau peningkatan buang air besar – terutama jika Anda sensitif.

Bagaimana Kopi Mempengaruhi Tubuh Anda

Kafein dalam kopi dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, yaitu otot yang menjaga asam lambung agar tidak mengalir kembali ke kerongkongan. Relaksasi ini, dikombinasikan dengan keasaman kopi, dapat menyebabkan mulas. Meski makanan sudah ada di perut, efek ini bisa terjadi.

PH kopi (sekitar 5) hanya sedikit lebih tinggi daripada pH lambung (sekitar 4), artinya meminumnya saat perut kosong dapat meningkatkan keasaman secara keseluruhan. Ini bukanlah masalah jangka panjang; kopi tidak menyebabkan bisul atau kerusakan permanen. Namun, hal ini mungkin merangsang pergerakan usus pada beberapa orang, menyebabkan tinja encer, dan dapat menyebabkan kegelisahan.

Mengatasi Ketidaknyamanan: Solusi Sederhana

Jika Anda mengalami gejala seperti naiknya asam lambung atau sakit perut, makan sesuatu sebelum minum kopi adalah solusi yang paling mudah. Menambahkan susu atau krimer juga dapat mengurangi keasaman (pilihan nabati adalah pilihan terbaik jika Anda tidak toleran terhadap laktosa).

Kopi sangrai gelap cenderung merangsang lebih sedikit asam lambung dibandingkan kopi sangrai ringan. Jika kegelisahan adalah sebuah masalah, mengurangi asupan Anda atau beralih ke kopi tanpa kafein adalah ide yang bagus. Para ahli merekomendasikan untuk membatasi kafein hingga 400 miligram setiap hari untuk kesehatan optimal.

Kesimpulan utamanya adalah meskipun kopi tidak akan menyakiti perut Anda dalam jangka panjang, mendengarkan tubuh Anda dan melakukan sedikit penyesuaian dapat membuat minuman pagi Anda jauh lebih nyaman.